Selasa, 15 Januari 2019

KECANDUAN GADGET



Pada tulisan kali ini, admin akan menulis tentang anak-anak yang sudah kecanduan gadget bahkan sejak usia balita. Seperti yang kita ketahui saat ini gadget memang sangatlah digandrungi oleh semua orang, bahkan dianggap sebagai suatu kebutuhan yang amat-amat penting, seolah kita tidak bisa hidup tanpa perangkat ini.
Bagaimanapun sebenarnya menganggap gadget sebagai kebutuhan yang sangat penting memang hal yang wajar pada zaman sekarang ini, mengingat kita berada di era yang serba digital dan online, seolah-olah semua kebutuhan hidup dapat terpenuhi cukup dengan tiduran di rumah sambil memencet-mencet gadget kita, mulai dari sekedar berhubungan dengan orang lain,pesan makan dan minum, belanja kebutuhan sehari-hari, mencari pustaka sebagai sumber belajar, mendaftar perguruan tinggi hingga beli tiket transportasi ataupun tiket nonton bioskop (tanpa gadget juga mungkin tulisan blog ini tidak pernah ada :D).
Sebenarnya sangat banyak hal-hal positif yang bisa didapat dari perangkat-perangkat ini, namun perlu diingat bahwa segala hal yang berlebihan itu tidak baik (kecuali uang, kecerdasan, dan kebaikan yang mendatangkan pahala pastinya :D). Ketergantungan berlebih terhadap gadget menimbulkan sifat-sifat yang negatif seperti mager, individualistis, dan apatis. Sifat- sifat tersebut berdampak sangat buruk bagi kita baik dalam hal fisik dan sosial. Sifat mager misalnya, kita yang jarang bergerak cenderung membuat kondisi fisik kita melemah karena jarang digunakan.
Yang paling bahaya adalah sifat-sifat buruk yang berhubungan dengan kehidupan sosial kita. Berbagai kemudahan yang diberikan gadget kepada kita cenderung membuat kita jarang mengerjakan sesuatu dengan bantuan orang lain, sehingga kita cenderung individualistis. Sifat ini membuat orang seakan tidak peduli dengan sekitarnya, sudah banyak juga kasus anak meninggal karena ditinggal sang pengasuh yang asik bermain gadget. Kasus tersebut menunjukkan banyak orang yang lupa akan tugas mereka di dunia nyata karena keasikan terhadap perangkat tersebut.
Yang paling parah adalah jika sejak dini kita sudah kecanduan gadget. Entah sudah berapa produsen mainan yang tidak laku karena anak-anak lebih memilih tablet daripada mainan anak-anak. Padahal seharusnya masa-masa mulai dari balita hingga remaja merupakan masa-masa kita seharusnya mengembangkan kecerdasan dan kondisi fisik kita. Meski tablet juga dapat membantu mengembangkan kecerdasan kita, tetapi perkembangan pada motorik dan aktivitas fisik cenderung masih kurang. Hal ini akan berdampak pada seseorang setelah sudah dewasa nanti, permainan zaman dahulu yang membuat kita lebih aktif tergantikan dengan permainan-permainan digital yang membuat kita jarang bergerak. Bahkan tidak menutup kemungkinan ketika dewasa kita semakin kecanduan gadget hingga dapat menimbulkan sifat antisosial. Padahal masa-masa dewasa adalah masa-masa kita harus banyak berhubungan dengan orang lain dan menjalin koneksi.
Selain itu, gadget sebagai media online dengan cakupan luas juga membuat banyak orang tidak bertanggung jawab menjadikannya sebagai media perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum, mulai dari menyebar hoax, virus, hacking, hingga mengirim teror ke orang lain. Semakin banyak pecandu gadget maka berpotensi pula semakin banyak orang yang terkena isu-isu hoax yang berpotensi memecah persatuan.
Dari hal-hal yang telah disimpulkan diatas, kita harus bijaksana dalam menggunakan gadget. Meski memiliki segudang manfaat, tetapi juga memiliki segunung dampak negatif. Singkatnya dalam kehidupan walau kita dipermudah dengan adanya gadget, tetapi kita harus tetap beraktivitas fisik secara rutin dan tetap peduli terhadap sesama J.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar