Pada tulisan
kali ini, admin akan menulis tentang anak-anak yang sudah kecanduan gadget
bahkan sejak usia balita. Seperti yang kita ketahui saat ini gadget memang
sangatlah digandrungi oleh semua orang, bahkan dianggap sebagai suatu kebutuhan
yang amat-amat penting, seolah kita tidak bisa hidup tanpa perangkat ini.
Bagaimanapun sebenarnya
menganggap gadget sebagai kebutuhan yang sangat penting memang hal yang wajar
pada zaman sekarang ini, mengingat kita berada di era yang serba digital dan
online, seolah-olah semua kebutuhan hidup dapat terpenuhi cukup dengan tiduran
di rumah sambil memencet-mencet gadget kita, mulai dari sekedar berhubungan
dengan orang lain,pesan makan dan minum, belanja kebutuhan sehari-hari, mencari
pustaka sebagai sumber belajar, mendaftar perguruan tinggi hingga beli tiket
transportasi ataupun tiket nonton bioskop (tanpa gadget juga mungkin tulisan
blog ini tidak pernah ada :D).
Sebenarnya
sangat banyak hal-hal positif yang bisa didapat dari perangkat-perangkat ini,
namun perlu diingat bahwa segala hal yang berlebihan itu tidak baik (kecuali
uang, kecerdasan, dan kebaikan yang mendatangkan pahala pastinya :D).
Ketergantungan berlebih terhadap gadget menimbulkan sifat-sifat yang negatif
seperti mager, individualistis, dan apatis. Sifat- sifat tersebut berdampak
sangat buruk bagi kita baik dalam hal fisik dan sosial. Sifat mager misalnya,
kita yang jarang bergerak cenderung membuat kondisi fisik kita melemah karena
jarang digunakan.
Yang paling
bahaya adalah sifat-sifat buruk yang berhubungan dengan kehidupan sosial kita.
Berbagai kemudahan yang diberikan gadget kepada kita cenderung membuat kita jarang
mengerjakan sesuatu dengan bantuan orang lain, sehingga kita cenderung
individualistis. Sifat ini membuat orang seakan tidak peduli dengan sekitarnya,
sudah banyak juga kasus anak meninggal karena ditinggal sang pengasuh yang asik
bermain gadget. Kasus tersebut menunjukkan banyak orang yang lupa akan tugas
mereka di dunia nyata karena keasikan terhadap perangkat tersebut.
Yang paling
parah adalah jika sejak dini kita sudah kecanduan gadget. Entah sudah berapa
produsen mainan yang tidak laku karena anak-anak lebih memilih tablet daripada
mainan anak-anak. Padahal seharusnya masa-masa mulai dari balita hingga remaja
merupakan masa-masa kita seharusnya mengembangkan kecerdasan dan kondisi fisik
kita. Meski tablet juga dapat membantu mengembangkan kecerdasan kita, tetapi
perkembangan pada motorik dan aktivitas fisik cenderung masih kurang. Hal ini
akan berdampak pada seseorang setelah sudah dewasa nanti, permainan zaman
dahulu yang membuat kita lebih aktif tergantikan dengan permainan-permainan
digital yang membuat kita jarang bergerak. Bahkan tidak menutup kemungkinan
ketika dewasa kita semakin kecanduan gadget hingga dapat menimbulkan sifat antisosial.
Padahal masa-masa dewasa adalah masa-masa kita harus banyak berhubungan dengan
orang lain dan menjalin koneksi.
Selain itu,
gadget sebagai media online dengan cakupan luas juga membuat banyak orang tidak
bertanggung jawab menjadikannya sebagai media perbuatan-perbuatan yang
melanggar hukum, mulai dari menyebar hoax, virus, hacking, hingga mengirim
teror ke orang lain. Semakin banyak pecandu gadget maka berpotensi pula semakin
banyak orang yang terkena isu-isu hoax yang berpotensi memecah persatuan.
Dari hal-hal
yang telah disimpulkan diatas, kita harus bijaksana dalam menggunakan gadget.
Meski memiliki segudang manfaat, tetapi juga memiliki segunung dampak negatif.
Singkatnya dalam kehidupan walau kita dipermudah dengan adanya gadget, tetapi
kita harus tetap beraktivitas fisik secara rutin dan tetap peduli terhadap
sesama J.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar